Rakor Dosen AIK UMS Perkuat Kurikulum, Sistem Evaluasi, dan Pembinaan Mahasiswa

SURAKARTA — Rapat Koordinasi (Rakor) Dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang digelar pada Selasa (3/2) menjadi forum strategis dalam menyelaraskan implementasi kurikulum baru sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program PKL PP. Kegiatan ini menghadirkan Ketua LPPIK Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag., serta Wakil Rektor III Dr. Muthoharun Jinan, M.Ag., dan diikuti para dosen AIK dari berbagai program studi.

Dalam sambutannya, Dr. Mahasri Shobahiya menegaskan bahwa perkuliahan Kemuhammadiyahan harus mampu membangkitkan kesadaran kaderisasi di kalangan mahasiswa.

“Harapannya dengan perkuliahan Kemuhammadiyahan dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk tergerak menjadi kader Muhammadiyah dan tergerak mengamalkan ajaran ibadah sesuai tarjih Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan teknis pelaksanaan perkuliahan, yakni pertemuan 1–7 dilaksanakan di kelas untuk penguatan konsep dan teori, sedangkan pertemuan 8–14 dilaksanakan di lapangan sebagai bentuk implementasi dan praktik langsung.

Sementara itu, dalam pengarahan kurikulum pendidikan AIK, Dr. Muthoharun Jinan menyampaikan adanya pembaruan kurikulum dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kurikulum terbaru tersebut memuat penajaman fokus berdasarkan jenjang, penguatan body of knowledge, serta perumusan capaian pembelajaran (CP) yang lebih sistematis. Materi AIK terbaru pun diawali dengan penguatan konsep tentang manusia sebagai fondasi memahami ajaran Islam dan gerakan Muhammadiyah.

Ia juga memaparkan hasil survei yang menunjukkan sekitar 90 persen masyarakat memberikan penilaian positif terhadap citra dan peran Muhammadiyah. Kepercayaan pemerintah dalam berbagai kerja sama di bidang pendidikan, menurutnya, menjadi bukti konkret kontribusi Muhammadiyah bagi bangsa.

Menanggapi berbagai masukan terkait pelaksanaan praktik lapangan, Dr. Jinan menegaskan bahwa PKL PP tetap harus berjalan sebagai bagian integral dari sistem pembelajaran AIK.

“PKL PP harus tetap berjalan, karena PKL PP sebagai salah satu program unggulan UMS,” tegasnya.

Dalam sesi diskusi distribusi dosen dan pelaksanaan AIK, sejumlah masukan turut disampaikan. Mardalis mengusulkan pengelompokan mahasiswa berdasarkan level pemahaman Kemuhammadiyahan agar pembelajaran lebih efektif dan adaptif dengan dukungan teknologi. Kuswaji menyoroti perlunya penguatan konsep PKL PP agar lebih melibatkan ranting secara mendalam dan merata, serta memiliki capaian yang jelas dan dapat dipublikasikan.

Sementara itu, Anto menekankan pentingnya pedoman RPS yang lebih kuat melalui regulasi seperti SK Rektor, serta sistem evaluasi yang seragam sesuai CPMK dan terintegrasi dengan sistem IT. Ia juga mengusulkan adanya mekanisme penghargaan akademik bagi mahasiswa yang aktif di Ortom dan kegiatan Muhammadiyah dengan pedoman pelaporan yang jelas.

Rakor ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas implementasi AIK. Dengan kurikulum yang semakin terarah dan program unggulan yang tetap dijalankan secara konsisten, AIK diharapkan semakin kokoh dalam membentuk karakter dan kaderisasi mahasiswa UMS.

Scroll to Top