Pembukaan Baitul Arqam Kloter 18

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 18

Oleh Bapak Yayuli, M.P.I.

Pembukaan Baitul Arqam UMS pada Sabtu, 25 November 2023, diisi oleh Bapak Yayuli dengan materi tentang Aqidah yang Kokoh dan Implementasi Akhlak Karimah terhadap mahasiswa UMS. Berikut ini beberapa poin penting dari pembukaan tersebut:

  1. Aqidah merupakan istilah yang berasal dari kata aqoda ya’qidu “aqidatan” yang berarti ikatan, simpulan, sangkutan, perjanjian dan kokoh. Sifatnya berkaitan dengan keimanan yang tumbuh dalam hati seseorang. Secara terminologi artinya landasan yang mengikat yaitu keimanan, oleh karena itu ilmu tauhid disebut jama’ akidah artinya ilmu yang mengikat. Ajaran Islam sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadits merupakan ketentuan yang pokok dan memuat petunjuk keimanan.

Pengertian akhlak dapat diartikan sebagai tingkah laku manusia yang dilakukan dengan sengaja, diawali dari proses latihan yang menjadi kebiasaan, bersumber dari dorongan jiwa untuk melakukan perbuatan dengan mudah, tanpa melalui proses pemikiran, pertimbangan atau penelitian.

  1. Akhlak dibagi menjadi 2, yaitu akhlak terpuji (akhlakul mahmudah) dan akhlak tercela (akhlakul madzmumah).
    • Akhlak mulia atau terpuji disebut juga dengan Akhlakul Mahmudah atau Akhlakul Karimah yaitu sikap dan tingkah laku yang mulia atau terpuji terhadap Allah, sesama manusia dan lingkungannya. sifat mulia tersebut bagi setiap muslim perlu diketahui yang bersumber dari Al Quran dan hadis. Sifat terpuji sangat memberikan jaminan keselamatan kehidupan manusia, dalam hubungan dengan Allah, kehidupan pribadi, bermasyarakat dan negara.
    • Akhlak tercela disebut juga Akhlakul mazmumah  yaitu  Sikap dan tingkah laku yang buruk terhadap Allah, sesama manusia dan makhluk lain serta lingkungan.  Berdasarkan pengertian akhlak buruk, maka diharapkan agar setiap muslim menghindari sifat tercela karena ini sangat merusak kehidupan manusia,  baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, bermasyarakat maupun kehidupan bernegara, dan  begitu juga hubungan dengan Allah.

Ayat yang berkaitan dengan aqidah yang kokoh adalah QS. Ibrahim ayat 24-26.

أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلٗا كَلِمَةٗ طَيِّبَةٗ كَشَجَرَةٖ طَيِّبَةٍ أَصۡلُهَا ثَابِتٞ وَفَرۡعُهَا فِي ٱلسَّمَآءِ  ٢٤ تُؤۡتِيٓ أُكُلَهَا كُلَّ حِينِۢ بِإِذۡنِ رَبِّهَاۗ وَيَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ  ٢٥ وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٖ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ ٱجۡتُثَّتۡ مِن فَوۡقِ ٱلۡأَرۡضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٖ  ٢٦

  1. “Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,”
  2. “pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.”
  3. “Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.”

Pada ayat 24 terdapat kalimat tayiba (tauhid). Indra yang pertama kali berfungsi menerima informasi dari luar adalah telinga. Kalimat tayiba adalah kalimat tauhid yang dilafalkan dengan laailaha ilallah. Aqidah yang baik bisa membuahkan hasil yang baik.

Pembukaan ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan dan kesadaran mahasiswa UMS tentang aqidah yang kokoh dan implementasi akhlak karimah, serta mendorong mereka dalam menjadi individu yang mulia dan berkelanjutan dalam kehidupan yang sejalan dengan ajaran Islam.

Scroll to Top