Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) kembali menyelenggarakan Kuliah Umum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah Kemuhammadiyahan. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (4/7/2026) ini menghadirkan Hammam Sanadi, Ph.D., Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, dengan mengangkat tema “Healing atau Hijrah? Mencari Ketenangan Jiwa di Era Overthinking dan Burnout.”
Kuliah umum tersebut menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk memahami berbagai tantangan kesehatan mental yang semakin banyak dialami generasi muda, khususnya fenomena overthinking dan burnout. Dalam pemaparannya, Hammam menjelaskan bahwa kedua kondisi tersebut tidak dapat dipandang sebagai persoalan sepele karena berpengaruh terhadap kualitas belajar, produktivitas, hingga kehidupan spiritual seseorang. Ia menguraikan bahwa overthinking ditandai dengan kecenderungan terlalu banyak berpikir, takut melakukan kesalahan, serta lebih banyak mempertimbangkan daripada bertindak. Sementara itu, burnout merupakan kondisi kelelahan emosional, mental, dan fisik akibat tekanan yang berlangsung dalam waktu lama.
Mengacu pada klasifikasi World Health Organization (WHO), Hammam menyampaikan bahwa burnout merupakan fenomena yang berkaitan dengan pekerjaan atau aktivitas, ditandai dengan kelelahan ekstrem, munculnya sikap sinis terhadap aktivitas yang dijalani, serta menurunnya efektivitas diri. Menurutnya, kondisi tersebut sering dialami oleh individu yang sebelumnya memiliki motivasi tinggi dan bekerja keras, sehingga perlu mendapatkan perhatian serius.
Lebih lanjut, Hammam menawarkan konsep transformative spiritual healing sebagai pendekatan untuk menghadapi berbagai persoalan psikologis. Konsep ini mengintegrasikan psikologi Islam dengan psikoterapi konvensional melalui penguatan nilai-nilai spiritual, seperti dzikir, kesabaran, dan pembersihan hati. Pendekatan tersebut diyakini mampu membantu seseorang mengelola stres, kecemasan, serta membangun ketenangan jiwa yang bersumber dari kedekatan kepada Allah SWT.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak mahasiswa menjadikan Surat Al-Fatihah sebagai pedoman dalam membangun karakter dan proses penyembuhan spiritual. Setiap ayat Al-Fatihah, menurutnya, mengandung nilai yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari membiasakan dzikir dan rasa syukur, menumbuhkan kasih sayang kepada sesama, hingga senantiasa memohon petunjuk Allah dalam setiap langkah kehidupan.
Hammam menegaskan bahwa ketenangan jiwa tidak hanya diperoleh melalui aktivitas healing yang bersifat sementara, tetapi melalui proses hijrah berkemajuan, yaitu perubahan cara berpikir (in motion) yang diwujudkan dalam tindakan nyata (in action). Hijrah, menurutnya, bukan sekadar perubahan penampilan, melainkan transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik, lebih produktif, dan lebih dekat kepada Allah SWT.
Melalui kuliah umum ini, mahasiswa juga didorong untuk membangun karakter sebagai mahasiswa berkemajuan, yakni menjadi insan yang memiliki kapasitas sebagai scholar, entrepreneur, dan leader. Karakter tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, semangat kepemimpinan, serta ketangguhan spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Penyelenggaraan Kuliah Umum AIK ini merupakan bagian dari komitmen UMS dalam memperkuat pembinaan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan bagi mahasiswa. Melalui tema yang dekat dengan realitas kehidupan generasi muda, kegiatan ini diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan pemahaman bahwa ketenangan hidup tidak hanya dicapai melalui pengelolaan psikologis, tetapi juga melalui penguatan iman, ibadah, dan hijrah menuju kehidupan yang lebih bermakna.



