SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi membuka Baitul Arqam Kloter 19 pada Senin (25/11), sebuah kegiatan pembinaan ideologis dan keislaman yang menjadi bagian dari mata kuliah agama bagi mahasiswa semester 1. Pada pembukaan hari pertama, mahasiswa mendapatkan kuliah umum dari Prof. Ir. Mochamad Solikin, M.T., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Teknik UMS. Dalam sesi tersebut, Prof. Solikin menyampaikan materi bertema penguatan iman, amal salih, serta nilai-nilai berkemajuan dalam Islam.
Dalam penyampaiannya, Prof. Solikin menegaskan bahwa menghadiri majelis ilmu merupakan aktivitas yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ia mengawali materinya dengan hadits riwayat Muslim tentang keutamaan orang-orang yang berkumpul untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an. “Majelis ilmu menghadirkan ketenangan, rahmat, perlindungan para malaikat, dan disebut Allah di tengah makhluk-Nya,” ujarnya di hadapan ratusan mahasiswa baru.
Pada bagian awal materi, Prof. Solikin menguraikan pentingnya iman kokoh sebagai fondasi karakter mahasiswa Muslim. Ia mengajak mahasiswa untuk bersyukur terlahir sebagai Muslim dan menegaskan bahwa Islam merupakan agama wahyu yang disempurnakan Allah, sebagaimana termaktub dalam QS. Ali Imran ayat 19 dan QS. Al-Maidah ayat 3.
Ia juga menjelaskan perbedaan mendasar antara Islam dan iman, serta menegaskan bahwa keenam rukun iman harus tertanam kuat dalam diri setiap mahasiswa. Menurutnya, iman bukan sekadar keyakinan, melainkan kesadaran bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi, sebagaimana digambarkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 30. Fondasi iman inilah yang akan menuntun mahasiswa menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan berakhlak mulia.
Dalam materi berikutnya, Prof. Solikin menyoroti eratnya hubungan antara ilmu, iman, dan amal salih. Mengutip QS. Al-Bayyinah ayat 7, ia menegaskan bahwa orang beriman dan beramal salih adalah sebaik-baik makhluk.
Ia juga menyampaikan pandangan Ibn Taimiyah bahwa iman dapat bertambah melalui ketaatan dan berkurang karena maksiat. Selain itu, Prof. Solikin menekankan pentingnya memahami agama, sebagaimana tertuang dalam hadits sahih: “Barang siapa yang Allah kehendaki memperoleh kebaikan, maka Allah akan memahamkannya tentang agama.” Ia menambahkan bahwa keikhlasan adalah syarat utama bagi setiap amal, sebagaimana dijelaskan para ulama tasawuf.
Pada sesi akhir, Prof. Solikin mengaitkan iman dan amal dengan konsep Islam Berkemajuan. Ia menampilkan penjelasan terkait pentingnya ketertiban ibadah seperti penegakan arah kiblat, serta adab dalam bersedekah yang dicontohkan Al-Qur’an. Nilai-nilai ini, menurutnya, menjadi fondasi kemajuan pribadi sekaligus kemajuan peradaban.
“Islam tidak hanya mengajarkan kesalehan spiritual, tetapi juga mengarahkan kita untuk tertib, disiplin, jujur, dan bertanggung jawab. Itulah karakter maju yang harus dimiliki mahasiswa UMS,” tegasnya.

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 19 berlangsung tertib dan penuh antusias. Sebagai bagian dari mata kuliah agama, kegiatan ini bertujuan membentuk mahasiswa baru agar memiliki pemahaman keislaman yang kokoh, karakter berakhlak mulia, serta integritas sebagai calon intelektual Muhammadiyah.
Program ini menjadi langkah awal pembinaan yang akan berlanjut dengan rangkaian materi keislaman, kemuhammadiyahan, hingga praktik ibadah, sebagai bekal mahasiswa menjalani kehidupan akademik dan sosial di lingkungan kampus.




