Author name: LPPIK UMS

Badan Hukum UMS Beri Pendampingan Terhadap Aktifis Mahasiswa yang Ditangkap

LPPIK.UMS – UMS akan beri pendampingan hukum terhadap aktivis mahasiswa yang ditangkap. Biro Hukum Universitas Muhammadiyah, Surakarta, akan melakukan pendampingan terhadap mahasiswanya, yang juga seorang aktivis, Muhammad Hisbun Payu, yang dikabarkan ditangkap oleh Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Hingga kini, pihak kampus belum mendapat kepastian soal kabar tersebut.

“Kami baru tahu setelah dikabari oleh beberapa mahasiswa,” ungkap Bambang Sukoco (Kepala Biro Hukum UMS) saat ditemui, Senin, 5 Maret 2018. Pihak kampus baru sebatas menelusuri kebenaran kabar itu melalui beberapa teman sesama aktivis mahasiswa dari Hisbun Payu, imbuhnya.

Informasi yang kami peroleh, Hisbun ditangkap saat berada di sekitar Jakarta. Dia ditangkap setelah beberapa hari sebelumnya terlibat dalam sebuah aksi demo di sebuah perusahaan di Sukoharjo, PT Rayon Utama Makmur, lanjut Bambang.

“Selama ini yang bersangkutan memang dikenal sebagai aktivis,” katanya. Dalam aksi tersebut, Hisbun tengah memperjuangkan nasib warga yang terkena dampak bau limbah pabrik. Aksi massa itu berujung ricuh dan menyebabkan pos satpam rusak dan terbakar.

Pihak kampus hingga saat ini belum mendengar kabar bahwa mahasiswanya telah menjadi tersangka dalam kasus itu. “Belum ada informasi dia menjadi tersangka atau bahkan buron,” katanya. Dia juga yakin perusakan itu bukan dilakukan oleh para mahasiswa.

Menurut Bambang, pihaknya akan segera bergerak ke Polda Jateng untuk memastikan kabar tersebut. “Kami juga siap untuk melakukan pendampingan,” katanya.

Sebelumnya, beredar di media sosial bahwa aktivis mahasiswa, Hisbun Payu, ditangkap saat tengah bersama temannya di sebuah minimarket. Dia diseret paksa oleh sepuluh orang dan dimasukkan ke dalam mobil. (dm)

Sumber : Tempo.co

Badan Hukum UMS Beri Pendampingan Terhadap Aktifis Mahasiswa yang Ditangkap Read More »

Sambut Tahun Baru 2018, LPPIK Adakan Pembekalan Fasilitator dan Co-Imam Baitul Arqam

 

 Sambutan dari LPPIK (Peran strategis LPPIK dalam Islamisasi Kampus). Dr. Ari Anshori, M.Ag
   
 MATERI I, “Membangun tim Co.Imam yang solid dan berkarakter dalam proses pembelajaran Baitul Arqam” Dr. Taufik (Wakil Rektor 3)
 
 MATERI I, “Membangun tim fasilitator yang solid dan berkarakter dalam proses pembelajaran Baitul Arqam” Dr. Taufik (Wakil Rektor 3)
 
 MATERI IIPendalaman Materi Ubudiyah; (a) shalat jama’, qashar ketika  sakit/berkendaraan;Yayuli, M.PI
 MATERI IIIsimulasi Perawatan Jenazah.  Abu Bakri Royani, S.Ag.
 MATERI IIIsimulasi Perawatan Jenazah. Drs. M. Bardan, M.Si.
 Pelatihan Fasilitator Putri Baitul Arqam 2018
 Pelatihan Fasilitator Putra Baitul Arqam 2018

(Red : dm)

Sambut Tahun Baru 2018, LPPIK Adakan Pembekalan Fasilitator dan Co-Imam Baitul Arqam Read More »

LPPIK UMS Berkunjung ke Akademi Pengajian Islam di University Of Malaysia (UM)

LPPIK UMS – Berkunjung ke Akademi Pengajian Islam di Universiti Of Malaysia (UM) disambut oleh Prof. Rusman (Deputi Director), Dr. Said (dept Fiqh dan Ushul Fiqh), Dr. Yusmini (Dept peradaban Dakwah dan Pengajian Islam).

berkunjung ke Universiti Of Malaysia (UM), Akademi Pengajian Islam, disambut oleh Prof. Rusman (Deputi Director), Dr. Said (dept Fiqh dan Ushul Fiqh), Dr. Yusmini (Dept peradaban Dakwah dan Pengajian Islam)

  1. Ada pemisahan antara Islamic Studies dengan kajian yang lain
  2. Adanya bagian hal ihwal mahasiswa (conseling untuk mahasiswa)
  3. Mata kuliah yang diikuti 169 sks (double degree), 137 sks (3,5 tahun) (mahasiswa biasa)
  4. Ada pelajaran diluar kampus, tafaqquh dien (fiqh, tasawuf, ushul fiqh, astronomi, dll)
  5. Jumlah mahasiswa 20-28 ribu
  6. Mahasiswa sebagaian tingga di luar kampus
  7. Mahasiswa sejumlah 10-11 ribu tinggal diasrama
  8. Mahasiswa ketika dikampus diberi kebebasan dalam menjalankan shalat jamaah
  9. Mahasiswa di UM lebih terbuka
  10. Pembinaan keislamanan ada tapi mahasiswa diberi kebebasan untuk mengikuti ataupun tidak.
  11. UM membina mahasiswa yang terdiri dari:

Minda (mind set/kognitif)

  • SI, kelimuan (knowledge), pemahaman (understanding), aplikasi, analisis
  • S2 dan S3, analisis, sistesis, evaluasi.

Kemahiran (skill)

  • Berbahasa Arab dan Inggris
  • Skill dibidang masing-masing
  • Memeliki kecakapan dibidang yg ditekuni

Akhlak (attitude)

  • Mengenal kebaikan
  • Melakukan pembiasaan (habit)

Soft Skill

  • Komunikasi
  • Menyiapkan pimpinan
  1. Dosen juga diberi fasilitas counseling terkait dengan policy (pimpinan dan para sahabat)
  2. Setiap fakultas ada mushola untuk pembinaan keislamanan, meskipun tidak wajib untuk mengikutinya.
  3. Infrastruktur dan fasilitas disipakan untuk kegiatan keislamanan walaupun tidak wajib mengikutinya.
  4. Kuliah-kuliah agama dilakukan pada waktu ba’da dhuhur
  5. Memberi kuliah agama juga dialkukan di mushala.
  6. UM, mahasiswanya beragama, sehingga ada MK. Tamaddun Islam dan Asia Tenggara untuk semua mahasiswa, dalam rangka mengenlkan culture (budaya) agama-agama lain.
  7. MK. Tamaddun Islam dan Asia Tenggara dilakukan pada waktu semester awal, dengan mengambil value (nilai-nilai agama)
  8. Depart. Pengajian Islam melakukan kursus-kursus diluar Fakultas (misal, fiqh, aqa’id)

(Red : dm)

LPPIK UMS Berkunjung ke Akademi Pengajian Islam di University Of Malaysia (UM) Read More »

LPPIK UMS Rajut Silahturahmi dengan PCIM Malaysia

LPPIK UMS – LPPIK UMS kembali rajut silahturahmi dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia yang berada di Kuala Lumpur. PCIM tersebut adalah sebuah cawangan dari Persyarikatan Muhammadiyah di Indonesia yang bertujuan untuk menjalin silatutrahmi antar warga Muhammadiyah yang berada di Malaysia.

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia yang berada di Kuala Lumpur adalah sebuah cawangan dari Persyarikatan Muhammadiyah di Indonesia yang bertujuan untuk menjalin silatutrahmi antar warga Muhammadiyah yang berada di Malaysia. PCIM Malaysia dibina pada bulan Mei 2007 dan telah dirasmikan pembinaannya oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haji Din Syamsuddin di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIK) pada tarikh 31 Agustus 2007 dengan ketuanya iaitu Prof. Dr. M. Akhyar Adnan.

Prof. Dr. M. Akhyar Adnan yang ingin mengabdikan diri di dalam negeri sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta telah digantikan oleh M. Arifin Ismail, MA sebagai ketua PCIM Malaysia yang kedua. M. Arifin Ismail telah dilantik oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haji Din Syamsuddin sebagai ketua PCIM Malaysia periode 2011-2013 pada hari Rabu tarikh 20 April 2011 bertempat di Dewan Orang Ramai Kampung Baru Kuala Lumpur.

PCIA Malaysia

Pimpinan Cabang Ismewa Aisyiyah (PCIA) Malaysia adalah sebuah cawangan organisasi wanita Aisyiyah, yang merupakan organisasi otonom Muhammadiyah. PCIA Malaysia telah dibina pada tarikh 16 Februari 2009 dan dirasmikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah Prof Dr. Siti Chamamah Soeratno. Ketua PCIA Malaysia yang pertama adalah Yuenda Vicky Larasati, SH dan telah digantikan oleh Mimi Fitriana Z., MA.

Amal usaha dan kegiatan-kegiatan PCIM Malaysia antara lain:

  • Pemberdayaan Masyarakat: Ekonomi & Kewirausahaan, Manajemen Keuangan Keluarga, Kesehatan Keluarga, Pelatihan Muballigh.
  • Pengajian Taman bulanan, Pengajian Ranting, Pengajian Aisyiyah.
  • Diskusi bersama para tokoh Indonesia maupun Malaysia.
  • Penyaluran haiwan qurban dan zakat fitrah.
  • Silaturahim & Bakti sosial Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia.
  • Media Santri Ramadhan (MESRA) untuk kanak-kanak dan remaja.
  • Diskusi ilmiah, conference, seminar, bedah buku.
  • Gathering: family day, sukan.

Jaringan Lembaga PCIM Malaysia

PCIM Malaysia telah mempunyai organisasi wanita Aisyiyah dan sudah mempunyai tiga Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM), serta satu Pimpinan Ranting Istimewa Aisyiyah (PRIA) iaitu:

  1. Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA) Malaysia, wanita Muhammadiyah.
  2. PRIM Kampung Baru, sebagian besar anggotanya adalah tenaga kerja asal Indonesia.
  3. PRIM Sungai Way, sebagian besar anggotanya adalah tenaga kerja asal Indonesia.
  4. PRIM KL Sentral, sebagian besar anggotanya adalah mahasiswa asal Indonesia.
  5. PRIM Klang Lama, sebagian besar anggotanya adalah tenaga kerja asal Indonesia.
  6. PRIA Kampung Baru.

PCIM juga bekerjasama dengan Muhammadiyah International, sebuah NGO Islam yang berada di Pulau Penang dibawah pimpinan Ustaz Abdul Wahab dalam kegiatan dakwah ke masyarakat orang asli dan minoriti muslim Asia Tenggara.

(Red : dm)

LPPIK UMS Rajut Silahturahmi dengan PCIM Malaysia Read More »

LPPIK UMS Adakah Pertemuan dengan Centre for Islamisation di IIUM

LPPIK UMS – Lakukan pertemuan dengan Centre for Islamisation (CENTRIS) di International Islamic University Malaysia (IIUM) disambut oleh Prof. Tamim (Bangladesh), Prof. Dr. Akram, M.K.M. Kheder (Iraq), dan Dr. Nur Suriya Binti Mohd Nor.

Melakukan kunjungan ke international islamic university Malaysia (IIUM), melakukan pertemuan dengan Centre for Islamisation (CENTRIS) disambut oleh Prof. Tamim (Bangladesh), Prof. Dr. Akram, M.K.M. Kheder (Iraq), dan Dr. Nur Suriya Binti Mohd Nor.

  1. Integrasi antara ilmu wahyu dan ilmu umum (humaniora)
  2. Kurikulum yang dilakukan adalah adanya integrasi antara ilmu wahyu dan ilmu sosial
  3. Course outline—terjadi integrasi islamisasi
  4. Penerbitan buku , serta thesis berkaitan dengan Islamisasi
  5. Dosen menulis buku/artikel, harus berkaitan dengan Islamisasi ilmu pengetahuan.
  6. Hospital—Muslim, dengan melakukan modul Islamisasi hospital (dokter, perawat, staff)
  7. Hospital—pelayanan dan komunikasi berlandaskan syariah.
  8. Semua mahasiswa wajib tinggal di asrama, kecuali mahasiswa pascasarjana (berkeluarga).
  9. Proses pembelajaran di asrama dilakukan melalui usrah maharlah, membincangkan konsep Islam (syukur, akidah, dll), melakukan aktifitas Islami.
  10. Interkasi dalam pembelajaran menggunakan bahasa Arab dan Inggris.
  11. Beasiswa semula dari Kerajaan Malysia, karena terjadi krisis finansial beasiswa dihentikan, sehingga beasiswa kepada mahasiswa diberikan ketika mampu menulis jurnal scopus.
  12. Bantuan kepada mahsiswa juga dilakukan dengan bantuan zakat.
  13. IIUM menyiapkan infrastruktr yg terintegrasi sejak amal, terutama pembuatan gedung, sehingga masjid terletak ditengah university.
  14. Civitas akademika melakukan shalat jamaah setiap 5 waktu
  15. Pada hari jum’at semua kedai tutup.
  16. Pada hari jumat makan dan minum gratis untuk mahasiswa.
  17. Kampus menerapkan zona no smoking, dikampus menjadi bebas rokok, kalau ada yang merokok harus keluar di area kampus.
  18. Untuk membekali mahasiswa supaya sukses setelah studi, universitas melakukan training berkali-kali kepada mahasiswa.
  19. Untuk membangun mahasiswa yang berkarakter dibuatlah panduan tata nilai baik di asrama maupun di kampus.
  20. Dosen (tinggal di asrama) siang hari mengajar dikampus, sedangkan malam hari di asrama.

(Red : dm)

LPPIK UMS Adakah Pertemuan dengan Centre for Islamisation di IIUM Read More »

Scroll to Top