Perlunya mendesain ulang Kurikulum Mentoring al-Islam dan Kemuhammadiyahan di Universitas Muhammadiyah Surakarta, hal ini berdasarkan hasil uji kemampuan mahasiswa dalam menulis dan membaca al-Quran. Pada bulan Agustus, 7.000 mahasiswa pada tahun ajaran 2015-2016 mengikuti ujian, hanya 50% yang lulus. Tes lainnya dilakukan pada tahun ajaran 2014-2015, dari 6.000 mahasiswa mengikuti ujian, dan mendapat hasil yang sama. Pada bulan Desember 2014, Lembaga Pengembangan Pondok,  Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK-UMS) mencoba melakukan tes ulang terhadap siswa yang sama, namun hasilnya tetap, walaupun mereka sudah selesai mengikuti pendampingan.

Sebagai Universitas Muhammadiyah yang memiliki misi untuk menjadikan Alquran sebagai landasan prilaku mahasiswa, UMS ingin memiliki alumni yang berkualifikasi yang menerapkan nilai-nilai Islam dan berakhlakul Alquran. Misi ini harus sepenuhnya dibawah tanggungjawab program LPPIK.

Berdasarkan temuan fakta pada penelitian, kami menemukan bahwa Kurikulum Pendataan Mentoring pada kegiatan al-Islam dan Kemuhammadiyahan berfokus pada (1) materi pelajaran; (2) Mahasiswa sebagai objek; (3) Kompetensi Mentor; (4) Jadwal Mentoring; dan (5) Evaluasi Pembelajaran.

Hasil penelitian, dibandingkan dengan kurikulum lama, desain ulang Kurikulum Mentoring lebih efektif untuk memberantas buta tulis al-Quran terhadap  mahasiswa UMS.

Referensi :

Lubis, Erni S. D. D. 2017. Efektivitas Pembaharuan Kurikulum Mentoring Al Islam Dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Surakarta Tahun 2015-2016. Suhuf : Journals UMS.