Sebagai Perguruan Tinggi yang mengemban misi keislaman, UMS harus memiliki nilai lebih pada bidang keagamaan dibandingkan dengan PT lain yang tidak berbasis keislaman. Sehingga Wacana Keilmuan dan Keislaman sangat strategis dan tepat dijadikan nilai lebih bagi UMS. Mengimplementasikan dan menginternalisasikan wacana keislaman tidaklah mudah dalam kehidupan keseharian mahasiswa, sehingga menjadi suatu landasan tata nilai dalam kehidupan di kampus maupun lingkungan tempat tinggal mahasiswa.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi tingkat implementasi nilai keislaman dalam keseharian mahasiswa. Di antara faktor-faktor tersebut adalah tingkat pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai Islam, latar belakang keluarga mahasiswa, dan lingkungan tempat bergaul mahasiswa.

Mengingat UMS tidak hanya dituntut untuk menyebarkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi namun juga dituntut untuk menyebarluaskan sekaligus menginternalisasikan nilia-nilai keislaman pada mahasiswa, maka perlu dilakukan berbagai upaya untuk menopang terpenuhinya tuntutan-tuntutan tersebut. Upaya-upaya tersebut harus diwujudkan dalam rangka menghantarkan para mahasiswa untuk menjadi sarjana-sarjana muslim yang sarat dengan nilai-nilai keislaman, baik dalam setiap gerak, sikap, dan tutur kata, sehingga akan terlahir kader pemimpin bangsa yang memiliki sifat-sifat mulia berdasar pada nilai-nilai Islam.

Melalui Departemen Pembinaan dan Pengembangan AIK (DP2AK) pada tahun 1984, dan dilanjutkan oleh Lembaga Studi Islam (LSI) pada tahun 1985 mengadakan program yang dinamakan program asistensi al-Islam. Program tersebut dianggap kurang efektif, maka mulai tahun akademik 2001/2002, program asistensi tersebut diganti dengan program mentoring AIK, di bawah tanggung jawab Lembaga Pengembangan Ilmu-ilmu Dasar (LPID) melalui kepala seksi (Kasi Mentoring). Tahun LPID berganti nama menjadi Lembaga Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPIK) pada tahun 2012, dan berganti nama lagi pada tahun 2017 menjadi Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) sampai sekarang.

1. Pesantren Mahasiswa (PESMA) Internasional KH Mas Mansyur

Pesantren mahasiswa Internasional KH. Mas Mansyur atau lebih dikenal dengan PESMA Internasional KH. Mas Mansyur adalah pesantren mahasiswa di bawah manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta yang merupakan unit pendukung dalam mencetak mahasiswa UMS yang mempunyai akhlak Islami dan keterampilan Bahasa Asing (English & Arab) yang memadai.

PESMA Internasional KH. Mas Mansyur Universitas Muhammadiyah Surakarta didirikan pada tanggal 13 September 2008 berdasarkan SK Rektor NO: 102/II/2008 tentang Pendirian Pondok Pesantren KH. Mas Mansyur Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pesma didirikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta Prof. Dr. Bambang Setiaji. Pemberian nama KH Mas Mansyur merujuk pada tokoh Muhammadiyah. Beliau merupakan KetuaUmum (Ketum) Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 1937 – 1943.

Pimpinan PESMA sesuai dengan SK dari Rektor UMS disebut Direktur. Hingga saat ini Pesma sudah mengalami 3 kali pergantian Direktur.  Direktur pertama Bapak Supriyono, Ph.D (2008 – 2011). Kedua Bapak Agus Ulinuha, Ph.D (2011 – 2014) dan ketiga Ibu Muamaroh, Ph.D (2014 – sekarang).

Pada awalnya PESMA ini disediakan untuk mahasiswa program Internasional, dimulai dengan 17 mahasantri jurusan otomotif  Kingston dan bertambah jumlahnya ketika memasuki awal ajaran baru UMS. Pada perkembangannya, Pesma juga dihuni tidak hanya mahasiswa jurusan internasional tetapi juga para mahasantri reguler. Selama mereka lolos tes seleksi Pesma.

Dalam melaksanakan tugasnya, Direktur PESMA KH Mas Mansyur, yang saat ini dipercayakan kepada Muamaroh, Ph.D, dibantu oleh: 1. Staff tetap UMS yang berjumlah 3 orang untuk bendahara, Kaur Tata Usaha dan Kaur sarana prasarana. 2. Supporting Staff yang berjumlah 10 orang (5 orang untuk suporting staf laki-laki dan 5 orang untuk suporting staf perempuan). Semuanya tinggal 24 jam di Pesma. Supporting staf dipilih dari mahasantri Pesma yang qualified dan para pendaftar dari luar Pesma yang memiliki kemauan untuk tinggal di Pesma selama 24 jam dan memiliki kemampuan sesuai dengan yang dibutuhkan Pesma. 3. Direktur juga dibantu oleh karyawan tidak tetap yang berjumlah 16 orang. Mereka menduduki posisi sebagai sopir, kantin, dan cleaning. Saat ini, mahasantri PESMA Internasional KH. Mas Mansyur berjumlah 550 mahasantri. 4. Direktur juga dibantu oleh Room Coordinator (RC), tutor Alqur’an dan tutor bahasa Inggris.

Proses pembelajaran mahasantri dilaksanakan setelah sholat Magrib sampai dengan sholat Isya (18.00-19.00 WIB). Untuk tahun 2015 ini, pembelajaran difokuskan pada pembelajaran bahasa Inggris dan tahsin. Selain kelas habis Maghrib, santri juga wajib mengikuti kegiatan bakda Shubuh (jam 05.00 – 06.00 WIB).

Pesantren mahasiswa atau lebih dikenal dengan nama PESMA UMS dulunya adalah rumah susun mahasiswa (Rusunawa). Gedung Rusunawa merupakan hibah dari Kementrian Pekerjaan Umum yang membangun lima lantai untuk mahasantri putri sedang untuk gedung mahasatri putra merupakan hibah dari Kementrian Perumahan Rakyat. Kedua hibah gedung tersebut kemudian dialih-fungsikan bukan sebagai rusunawa tetapi sebagai pesantren mahasiswa internasional. Hal ini dimaksudkan agar Pesma menjadi tempat belajar sekaligus pengkaderan bagi kader Muhammadiyah untuk para mahasantri agar siap berkiprah di level  nasional maupun internasional.

Bangunan fisik Pesma baik yang dihuni oleh mahasantri putra maupun putri terdiri dari 5 lantai. Untuk gedung mahasantri putri, lantai dasar dipakai untuk ruang pimpinan, staf, supporting staff, perpustakaan, ruang sidang, guest room dan kelas. Sedang untuk gedung mahasantri putra, lantai dasar dipergunakan untuk mushola, kamar para Pembina putra, guest room dan kelas.

Mulai tahun ajaran 2015/2016, untuk pertama kali dibuka program “Tahfidhul Qur’an”. Alhamdullilah ada 31 mahasantri mengambil program tersebut. 15 mahasantri laki-laki dan 16 mahasantri putri dari berbagai fakultas dan program studi yang ada di UMS. Para mahasantri tersebut dibimbing oleh santri senior yang juga seorang hafid dan hafidhoh. Dalam perjalananya, Alhamdullilah setiap tahun jumlah mahasantri yang mengambil program tahfid selalu bertambah.

Sejak tahun 2015, untuk pertama kalinya Pesma mengadakan pertemuan wali mahasantri baru dengan pimpinan Pesma. Pertemuan tersebut diikuti oleh seluruh mahasantri baru dan wali mahasantri baru. Tahun 2015 pula untuk pertama kalinya Pesma merayakan Milad/Dies Pesma yang ke 7. Tasyakuran Pesma diisi oleh keynote speaker ibu Elida Jazman dari Jogjakarta.  Ibu Elida Jazman pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah. Beliau juga istri dari bapak Rektor UMS yang pertama yaitu bapak Jazman Al Kindi.

Mulai tahun ajaran 2016/2017, ada perubahan silabus untuk seluruh materi. Mahasantri diberi materi wajib dan pilihan. Untuk materi wajib dilaksanakan habis Shubuh yaitu untuk materi tadarus Alqur’an dan conversation bahasa Inggris dari jam 05.00 – 06.00 WIB. Materi wajib diikuti oleh seluruh mahasantri. Sedangkan mata kuliah pilihan tergantung sesuai dengan pilihan masing-masing mahasantri. Ada 6 program pilihan yang ditawarkan: 1. Tahfid Qur’an, 2. Bahasa Inggris, 3. Bahasa Arab, 4. Bahasa Indonesia, 5. Dakwah dan Public speaking dan 6. Enterpreneurship. Materi pilihan dilaksanakan setiap habis Maghrib  dari pukul 18.00 – 19.00 WIB. Setiap mahasantri mengambil satu mata kuliah pilihan. Khusus untuk materi  bahasa Indonesia, dakwah dan public speaking, dan entrepreneurship diberikan bagi mereka yang semester  5 ke atas.

Untuk materi khusus bahasa Inggris yang terstandar diberikan untuk seluruh mahasantri seminggu sekali pada malam Kamis. Sedangkan untuk materi aqidah, wawasan keislaman, dan motivasi diberikan seminggu sekali yang diberikan setiap malam Jumat.

Program penguatan untuk karyawan dan mahasantri Pesma dimulai tahun 2014 dengan diadakannya halal bihalal pertama kali dengan seluruh staf Pesma yang pelaksanaannya dilaksanakan secara bergilir dari rumah direktur ibu Muamaroh (2014), kemudian di rumah ibu Prof Dr Endang Fauziati (2015), kemudian ke rumah staf Pesma bapak Sinar H (2016) dan ibu Siti Muthmainnah (2017). Piknik dengan seluruh keluarga besar Pesma dilaksanakan pada tahun 2014. Piknik keluarga besar Pesma diadakan dua tahun sekali. Piknik keluarga pertama kali diadakan pada tahun 2014 ke Taman Kiai Langgeng Magelang dan Parang Tritis Jogjakarta. Outbound dengan seluruh staf Pesma  diadakan pada tahun 2015 di Amanah Karanganyar.  Outbound dengan dewan pengajar Pesma diadakan pada tahun 2016 di Amanah Karanganyar. Baitul Arqom untuk seluruh mahasantri senior, mahasantri semester 3 dan 1 dilaksanakan pada tahun 2016 dengan mengambil tempat di Korem Surakarta Pembinaan tadarus membaca Alqur’an untuk para staf Pesma terutama untuk karyawan  harian Pesma mulai dilaksanakan setiap hari Sabtu pagi jam 07.00 – 10.00 WIB dimulai tahun 2017.

Berdasarkan evaluasi pengajaran kelas malam. Diputuskan untuk sistem pengajaran materi malam yang dilaksanakan habis Maghrib dilaksanakan secara berkelompok (halaqoh) dengan jumlah kelompok kecil. Pengajaran di kelas hanya pada hari Senin dan Rabu saja. Selebihnya, mahasiswa harus menyetorkan materi ke tutor. Setiap mahasiswa baru diharuskan memilih salah satu program pilihan yaitu Tahfid dan Tarjamah, bahasa Inggris dan bahasa Arab. Untuk masahasiswa senior semester 5 ke atas mereka berkewajiban untuk menjadi imam sholat fardhu (Maghrib, Isya dan Subuh) serta khutbah Jum’ah. Untuk materi Muhadhoroh di putra dikhususkan untuk latihan khutbah Jum’ah.

 

2. Pondok Muhammadiyah Hajjah Nuriyah Shabran

Filosofi, Sebagai bagian dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Fakultas Agama Islam, Pondok Hajjah Nuriyah Shabran (selanjutnya disingkat Pondok Shabran) mendukung filosofi penyelenggaraan dan pengembangan UMS, yaitu “Wacana Keislaman dan Keilmuan”, melalui pengembangan “Pondok Shabran yang Bermartabat”.

Nilai-nilai Dasar, Nilai-nilai dasar yang menjadi rujukan dalam pengembangan Pondok Shabran adalah sebagai berikut: tauhid (kesadaran tentang kesatuan antara pengetahuan dan nilai); `ilm (rasional-transendental, objektif, kritis, inovatif, kreatif, dan terbuka); amanah (kejujuran dan tanggung jawab); `adl (keadilan dan kesejahteraan manusia); khilafah (ketinggian kodrat dan martabat manusia); istishlah (kesejahteraan alam semesta); `ibadah (pengabdian manusia kepada Tuhan).

Visi, Menjadi pusat pendidikan tinggi kader ulama Tarjih dan Tabligh Muhammadiyah tingkat nasional untuk pencerahan umat dan bangsa.

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan berbasis riset yang diorientasikan pada pengembangan ilmu-ilmu keislaman dan kemuhammadiyahan, terutama ketarjihan dan dakwah.
  2. Mengembangkan potensi mahasiswa menjadi kader ulama dalam bidang Tarjih dan Tabligh yang beraqidah kuat, taat beribadah, berakhlak mulia, dan berkemajuan sesuai dengan kepribadian Muhammadiyah.
  3. Memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang hukum Islam, dakwah, dan pengembangan Muhammadiyah.

Tujuan

  1. Menjadi lembaga pendidikan tinggi ulama yang unggul dalam studi ketarjihan,  dakwah, dan kemuhammadiyahan.
  2. Menghasilkan lulusan sebagai kader Muhammadiyah yang memiliki kualifikasi ulama Tarjih dan Tabligh, militan, dan komitmen yang tinggi pada Persyarikatan Muhammadiyah.
  3. Mengembangkan masyarakat melalui pemikiran, fatwa, dan kegiatan dakwah menuju masyarakat utama.

 

 3. Ma’had Abu Bakar Ash-Shiddiq

Ma’had Abu Bakar As Shiddiq Surakarta adalah salah satu Lembaga Pendidikan Bahasa Arab dan Studi Islam di Indonesia, hasil kerjasama antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF). AMCF adalah organisasi sosial, nirlaba dan nonpolitik yang telah berkiprah di Indonesia sejak tahun 1992 dan secara resmi dibentuk pada tahun 2002 dengan nama Yayasan Muslim Asia atau Muasasah Muslimy Asia Al-Khairiyah yang berkantor pusat di Jakarta.

Tujuan utama pendirian lembaga pendidikan ini adalah untuk memberikan kesempatan besar bagi masyaraka – khususnya para pendakwah – agar dapat mempelajari Bahasa Arab sebagai Bahasa Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta untuk menyebarkan pengajaran Bahasa Arab dab Studi Islam di Indonesia.

Selain Ma’had Abu Bakar As Shiddiq Surakarta, terdapat pula beberapa Lembaga

Pendidikan Bahasa Arab dan Studi Islam serta Markaz Tahfizh Al-Qur’an yang dikelola dan dibina oleh AMCF seluruh Indonesia, hasil kerjasama AMCF dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), dan juga bersama Persatuan Islam (PERSIS), Universitas, Organisasi Kemasyarakatan, Masjid, Panti Asuhan serta Pesantren.